Metro, Beritajurnalis.com – Sekolah Luar Biasa (SLB) Insan Madani Metro Rutin menggelar kegiatan pemantauan tumbuh kembang dan status gizi bagi anak berkebutuhan khusus, Jum’at (23/10/2026)
Kegiatan ini menjadi langkah penting guna memastikan kebutuhan gizi siswa terpenuhi serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 50 siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), sebagai bagian dari upaya pemantauan kesehatan siswa secara berkala.
Dikatakan Ahli gizi SLB Insan Madani sekaligus Dosen Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Dr. Sofyan Musyabiq Wijaya, S.Gz., M.Gizi., bahwa pemantauan tumbuh kembang merupakan kebutuhan penting bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.
“Anak berkebutuhan khusus juga berhak mendapatkan pemantauan tumbuh kembang untuk melihat status gizinya. Pemantauan secara rutin diperlukan agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berlangsung secara optimal,” ujarnya.
Menurutnya, pemantauan tidak hanya berfokus pada perkembangan anak dari aspek kognitif, tetapi juga pada pertumbuhan fisik yang dapat diketahui melalui pengukuran berat dan tinggi badan.
“Kegiatan pemantauan ini direncanakan berlangsung setiap bulan. Melalui pemeriksaan berkala, kondisi gizi siswa dapat diketahui lebih dini sehingga langkah penanganan maupun rekomendasi yang sesuai dapat diberikan berdasarkan kebutuhan masing-masing anak,” tuturnya.
Sementara itu, Apabila ditemukan siswa dengan masalah gizi, baik kelebihan maupun kekurangan gizi, pihak terkait dapat memberikan saran dan arahan mengenai langkah yang perlu dilakukan.
“Kondisi seperti obesitas, gizi kurang, maupun risiko gangguan pertumbuhan dapat menjadi perhatian sejak awal,” ucapnya.
Hal yang sama disampaikan Kepala SLB Insan Madani Metro Dwi Septi Handayani, S.Pd., pihaknya menyambut baik terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menilai pemantauan status gizi sangat penting untuk membantu sekolah mengetahui kondisi dan kebutuhan gizi setiap siswa.
“Menurut saya, kegiatan seperti ini sangat baik dilakukan karena kita bisa mengetahui bagaimana kondisi gizi anak-anak, khususnya anak berkebutuhan khusus. Kita perlu mengetahui apakah kebutuhan gizi mereka di rumah sudah terpenuhi, apakah mengalami kelebihan gizi, atau justru kekurangan gizi,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil pemantauan dapat menjadi dasar bagi pihak sekolah untuk berkomunikasi dan berkonsultasi dengan orang tua. Jika ditemukan permasalahan gizi pada siswa, sekolah dapat memberikan masukan agar pemenuhan gizi anak turut diperhatikan di lingkungan keluarga.
Kolaborasi antara sekolah, ahli gizi, dan orang tua dinilai penting untuk memastikan pemantauan tidak berhenti pada pemeriksaan di sekolah, tetapi juga berlanjut melalui perhatian dan pendampingan di rumah.
Dwi berharap kegiatan pemantauan tumbuh kembang dan status gizi dapat kembali berjalan secara konsisten setiap bulan, sehingga kondisi kesehatan siswa dapat terus dipantau dan kebutuhan mereka memperoleh perhatian yang sesuai.
“Melalui kegiatan ini, SLB Insan Madani Metro menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi anak berkebutuhan khusus. Pemantauan yang rutin diharapkan dapat membantu mendeteksi permasalahan gizi lebih dini sekaligus mendukung kualitas tumbuh kembang anak agar semakin optimal,” pungkasnya. (Aliando)