BANDAR LAMPUNG, Beritajurnalis.com – Universitas Lampung (Unila) sukses menjadi tuan rumah Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XIV dan Seminar Nasional Asosiasi Program Studi Manajemen Pendidikan Indonesia (APMAPI) Tahun 2026, Sabtu (31/10/2026)

Kegiatan tersebut berlangsung pada 29–31 Oktober 2026 di Bandar Lampung ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar Perguruan Tinggi, meningkatkan mutu Pendidikan Tinggi, sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Provinsi Lampung.
Kegiatan serupa Mengusung tema “Penguatan Manajemen untuk Pendidikan Tinggi Berbasis Regulasi Menuju Pengembangan Kurikulum, Pengabdian, dan Riset Berdampak pada Era Perubahan Teknologi Digital Global”, yang diikuti sekitar 100 peserta lebih dari 50 perguruan tinggi di Indonesia, mulai Aceh hingga Papua.

Ketua Umum APMAPI, Prof. Dr. K. Ng H. Imron Arifin, M.Pd., mengatakan, bahwa Mukernas bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, solidaritas, dan kerja sama antar program studi manajemen dan administrasi pendidikan di seluruh Indonesia.
“Dinamika regulasi pendidikan tinggi menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi, terutama dalam penguatan tata kelola, penjaminan mutu, pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Adapun sejumlah regulasi menjadi perhatian dalam pembahasan, di antaranya Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023, Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, serta Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 tentang penjaminan mutu pendidikan tinggi.
“Salah satu isu strategis yang dibahas adalah peluang pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) sesuai rumpun keilmuan,” ucapnya.
“APMAPI telah memiliki legalitas badan hukum. Karena itu, salah satu agenda penting ke depan adalah mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan untuk pendirian lembaga akreditasi mandiri di bidang manajemen pendidikan,” imbuhnya.
Ia menegaskan, APMAPI harus menjadi wadah persaudaraan akademik yang mampu memperkuat solidaritas, kepedulian, serta kolaborasi antar pengelola program studi.
“Melalui Mukernas, asosiasi ini juga membahas pengembangan kerja sama, penyusunan pedoman, kebutuhan program studi, hingga advokasi terhadap berbagai persoalan pendidikan tinggi,” tuturnya.
Imron Arifin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia penyelenggara, khususnya Universitas Lampung, atas sambutan dan pelayanan yang diberikan kepada seluruh peserta.
“Saya terkesan dengan lingkungan kampus Unila, perkembangan fasilitas pendidikan, gedung perkuliahan, hingga keberadaan Fakultas Kedokteran dan rumah sakit yang dinilainya representatif,” jelasnya.
“Atas nama APMAPI, kami mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara. Kami merasa sangat dimuliakan sebagai tamu. Pelayanan yang diberikan sangat baik dan memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta,” tambahnya.
Ia berharap Universitas Lampung terus berkembang menjadi perguruan tinggi unggulan dan mercusuar pendidikan tinggi di Provinsi Lampung.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Mukernas XIV dan Seminar Nasional APMAPI, Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd., mengaku bangga karena Universitas Lampung dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan nasional tersebut.
“Kegiatan ini bukan hanya menjadi tempat berkumpul dan bermusyawarah, tetapi juga ruang untuk mendiskusikan bagaimana program studi dan perguruan tinggi dapat berkembang, berkolaborasi, serta meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia,” katanya.
Sowiyah menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyambutan peserta, seminar nasional, Mukernas, gala dinner, hingga kunjungan wisata edukatif, berjalan dengan baik berkat dukungan berbagai pihak.
Selain itu, dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan juga disampaikan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd. Ia menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan pendidikan tinggi, terutama dalam menghadapi transformasi teknologi digital dan tuntutan peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.
“Saya berharap Mukernas APMAPI mampu menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi antar kampus, antar program studi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan,” terangnya.
Sowiyah menyebutkan, kepercayaan menjadikan Lampung sebagai tuan rumah Mukernas merupakan kebanggaan tersendiri.
“Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan identitas budaya, produk unggulan, serta potensi pariwisata Lampung,” paparnya.

Hal yang sama juga disampaikan Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus, S.Pd., Ia berharap forum akademik tersebut dapat menghasilkan masukan dan rekomendasi konstruktif bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi serta menyempurnakan kebijakan pendidikan agar semakin tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.
Hal senada disampaikan Ketua Program Studi Administrasi Pendidikan Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Manap Somantri, M.Pd. Menurutnya, Mukernas merupakan kesempatan penting bagi setiap program studi untuk mengevaluasi capaian, berbagi pengalaman, memperbarui strategi pengembangan, serta membangun kerja sama dalam meningkatkan keunggulan akademik.
“Saya berharap hasil Mukernas dapat ditindaklanjuti melalui program nyata, terutama dalam mendorong peningkatan akreditasi, kualitas program studi, dan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia pendidikan,” ungkapnya.
Tidak hanya berfokus pada agenda akademik, Mukernas XIV APMAPI juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Provinsi Lampung kepada para delegasi.

Pada hari ketiga kegiatan, peserta mengikuti kunjungan wisata edukatif dengan mengunjungi kawasan kampus Universitas Lampung, pusat kerajinan dan oleh-oleh khas Lampung, hingga destinasi wisata pantai Bagus.
Uniknya para peserta juga diperkenalkan dengan kekayaan budaya lokal melalui kunjungan ke pusat kerajinan tapis Lampung. Beragam produk kerajinan khas daerah tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi delegasi dari berbagai provinsi.
Apresiasi juga disampaikan peserta dari Universitas Syiah Kuala, Aceh, Dr. Ismail, M.Pd. Ia menilai rangkaian kegiatan Mukernas di Lampung berlangsung menarik, baik dari sisi pelaksanaan forum akademik maupun kunjungan wisata.
Menurutnya, potensi wisata Lampung sangat baik. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mempererat hubungan antarpeserta dari berbagai perguruan tinggi.
“Saya berharap komunikasi dan kolaborasi antar Perguruan Tinggi semakin kuat, terutama dalam pengembangan kurikulum serta peningkatan mutu manajemen dan administrasi pendidikan,” bebernya.
Dirinya berharap, melalui penyelenggaraan Mukernas XIV dan Seminar Nasional APMAPI Tahun 2026, diharapkan lahir berbagai gagasan dan rekomendasi strategis yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan kualitas program studi, memperkuat tata kelola pendidikan tinggi, serta menghasilkan riset, pengabdian, dan lulusan yang berdampak nyata.
“Kesuksesan kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa forum akademik nasional tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan, tetapi juga membuka ruang promosi budaya, pariwisata, dan potensi daerah kepada masyarakat luas,” pungkasnya. (Aliando)