Metro, Beritajurnalis.com – Puskesmas Ganjar Agung, Kota Metro, melalui Posyandu Melati I melaksanakan kegiatan edukasi dan stimulasi tumbuh kembang balita sebagai upaya meningkatkan pengetahuan orang tua dan keluarga dalam mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak sejak usia dini, Sabtu (26/9/2026)
Kegiatan yang menyasar ibu balita ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan tema besar “Optimalisasi Integrasi Layanan Primer sebagai Strategi Pencegahan Permasalahan Kesehatan Ibu dan Anak di Wilayah Puskesmas Ganjar Agung.”
Dikatakan Tim PkM Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Dr. Bdn, Yetti Anggraini, S.S.T., S.KM., M.Kes, M.Keb, bahwa Edukasi tersebut bertujuan mendorong orang tua agar memahami pentingnya memberikan stimulasi secara rutin, sesuai usia, dan menyenangkan.
“Stimulasi merupakan kegiatan untuk merangsang kemampuan anak melalui interaksi, permainan, komunikasi, serta aktivitas sehari-hari yang melibatkan orang tua atau pengasuh,” ujarnya.
Ia menuturkan, dalam kegiatan serupa orang tua diberikan pemahaman mengenai pentingnya memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, meliputi kemampuan motorik kasar, motorik halus, bicara dan bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian.
“Pemantauan secara berkala diperlukan agar orang tua dapat mengenali perkembangan anak sekaligus mengetahui kapan perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan,” tuturnya.
Menurutnya, Stimulasi dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas sederhana di rumah, seperti mengajak anak berbicara, membacakan cerita, bernyanyi, menyusun balok, bermain bola, mengenalkan benda dan warna, serta melatih anak melakukan kegiatan sesuai tahap perkembangan.
“Berbagai aktivitas ini juga dapat memanfaatkan benda-benda aman di lingkungan sekitar sehingga tidak harus menggunakan alat permainan yang mahal,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Tim PkM Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Yuliawati, S.Pd., M.Kes, bahwa Selain stimulasi, orang tua juga diingatkan untuk memperhatikan pemenuhan gizi, pola asuh yang responsif, kebersihan, waktu istirahat, serta kesempatan bermain yang aman bagi anak.
“Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman agar anak dapat belajar, bereksplorasi, dan mengembangkan kemampuannya secara optimal,” jelasnya.
“Apabila ditemukan tanda keterlambatan atau muncul kekhawatiran terhadap perkembangan anak, orang tua dianjurkan segera mungkin berkonsultasi agar mendapatkan penilaian dan tindak lanjut yang sesuai,” imbuhnya.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dipimpin oleh Dr. Sri Lestariningsih, S.ST., M.Kes., selaku ketua tim, bersama Yuliawati, S.Pd., M.Kes.; Dr. Bdn. Yetti Anggraini, S.S.T., S.KM., M.Kes., M.Keb.; serta Dr. Yani Widyastuti, S.SiT., M.Keb.
Yuliawati menambahkan, melalui kegiatan yang sama, diharapkan orang tua semakin aktif memberikan stimulasi sejak dini dan menjadikan aktivitas bermain sebagai bagian dari pengasuhan sehari-hari.
“Sinergi antara keluarga, kader kesehatan, Posyandu, dan tenaga kesehatan ini dapat memperkuat upaya promotif dan preventif dalam mendukung tumbuh kembang balita,” ungkapnya.
“Optimalisasi layanan primer melalui edukasi dan pemantauan tumbuh kembang, menjadi salah satu langkah untuk membangun fondasi kesehatan, kemampuan belajar, dan kemandirian anak sejak usia dini,” pungkasnya. (Aliando)