Metro, Beritajurnalis.com — Pemerintah Kota Metro menyerahkan bantuan kepada 116 petani terdampak banjir di Kelurahan Rejomulyo dan Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Metro Selatan, Jumat (28/8/2026).
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pemulihan usaha tani sekaligus meringankan beban petani akibat kerusakan lahan dan tanaman pertanian yang terdampak banjir.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh PLT Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro Pipi Puspita Sari mewakili Wali Kota Metro.
Dikatakan PLT Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Metro Pipi Puspita Sari mewakili Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso, bahwa petani merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian Kota Metro. Karena itu, pemerintah harus hadir ketika petani menghadapi risiko dan kerugian akibat bencana.
“Ketika terjadi bencana banjir yang berdampak pada lahan dan tanaman pertanian, pemerintah tidak boleh tinggal diam. Pemerintah harus hadir, mendengar keluhan petani, dan memberikan dukungan agar para petani dapat kembali bangkit dan melanjutkan usaha taninya,” ujarnya.
Adapun bantuan yang diserahkan dari Pemerintah Pusat berupa benih padi varietas Inpari 32.
Sementara itu, Pemerintah Kota Metro turut memberikan bantuan berupa Pupuk Organik Cair (POC), NPK non-subsidi, belerang, serta rodentisida.
Pipi berharap seluruh bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pemulihan usaha tani para petani terdampak.
“Bantuan ini mungkin tidak dapat mengganti seluruh kerugian yang dialami akibat banjir, tetapi mudah-mudahan dapat menjadi penyemangat bahwa pemerintah hadir bersama petani dalam menghadapi kesulitan,” katanya.
Selain bantuan sarana produksi pertanian, Kepala DKP3 Metro juga menyampaikan bahwa pengajuan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi petani telah disetujui oleh Jasindo. Pelaksanaan AUTP memiliki ketentuan waktu, yakni pada saat tanaman telah berumur 10 hari setelah tanam (HST).
Menurutnya, program AUTP diharapkan dapat memberikan rasa aman dan perlindungan bagi petani dalam menghadapi berbagai risiko usaha tani.
Pipi meminta, para penyuluh pertanian, lurah, serta kelompok tani terus melakukan pendampingan kepada petani. Hal tersebut penting agar bantuan maupun program pemerintah dapat dimanfaatkan secara tepat dan optimal.
“Jangan menyerah. Banjir boleh datang, tetapi semangat petani Metro tidak boleh surut. Mari kita bangkit bersama, kita tanam kembali, kita rawat dengan sebaik-baiknya, dan kita terus tingkatkan produktivitas pertanian di Kota Metro,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk terus memberikan perhatian terhadap sektor pertanian. Menurutnya, ketahanan pangan tidak dapat diwujudkan tanpa adanya kesejahteraan petani.
“Pemerintah hadir, petani kuat, pertanian maju, dan Kota Metro semakin sejahtera,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan kelompok tani Sumber Makmur Sumbersari Bantul, Gunarto, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Metro.
“Alhamdulillah, kami petani bersyukur karena mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Metro. Kemarin memang kami terkena dampak banjir,” ungkap Gunarto.
Ia menjelaskan, Gapoktan Sumber Makmur membawahi sekitar 12 kelompok tani di wilayah Sumbersari. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi petani untuk mempersiapkan musim tanam berikutnya.
“Ini baru MT II dan hampir selesai panen, jadi bantuan ini untuk persiapan MT I. Kami dari petani, khususnya saya sebagai pengurus Gapoktan, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Metro yang telah memberikan bantuan. Kami menerima dan menilai bantuan ini tepat sasaran,” jelasnya.
“Saya berharap dukungan Pemerintah Kota Metro bisa terus berlanjut supaya para petani bisa kembali usaha dengan baik sekaligus bisa meningkatkan keberhasilan produksi pada musim tanam selanjutnya,” pungkasnya. (Aliando)





