Metro, Beritajurnalis.com — SMK Gajah Mada terus mendorong peningkatan kompetensi sekaligus pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan workshop dan kuliah umum, Kamis (8/10/2026)
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga menanamkan semangat kerja, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dikatakan Kepala SMK Gajah Mada, Yusuf Nurhadi, bahwa kegiatan kali ini diikuti oleh para siswa, khususnya kelas X dan XI. Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan materi yang berkaitan dengan Bahasa Inggris sekaligus mengikuti aktivitas sosial berupa pengambilan dan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
“Kegiatan ini dirancang agar siswa memahami bahwa kemampuan Bahasa Inggris memiliki peran penting dalam berbagai bidang pekerjaan. Penggunaan Bahasa Inggris juga diharapkan menjadi kebiasaan yang mendukung kesiapan siswa menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
“Tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman kepada siswa bahwa dalam dunia pekerjaan, kemampuan Bahasa Inggris sangat dibutuhkan. Selain itu, kami juga ingin membiasakan budaya bersih di lingkungan pembelajaran,” sambungnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah membangun karakter dan budaya kerja sejak siswa masih berada di bangku sekolah.
“Kegiatan sosial membersihkan lingkungan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab serta kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar,” ucapnya.
Yusuf berharap pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat menumbuhkan semangat belajar dan semangat kerja para siswa.
“Harapan kami, jiwa dan semangat kerja mereka semakin tertanam, begitu juga dengan semangat belajarnya. Yang paling penting, setelah lulus nanti mereka memiliki bekal dan mampu diterima di dunia industri,” katanya.
Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan bahwa lulusan SMK Gajah Mada memiliki beragam pilihan setelah menyelesaikan pendidikan. Sebagian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sebagian memilih bekerja, sementara lainnya menekuni dunia wirausaha.
Untuk lulusan yang bekerja di sektor industri, menurut Yusuf, jumlahnya saat ini berada di kisaran 15 persen. Sementara lulusan lainnya tersebar pada jalur pendidikan lanjutan maupun kewirausahaan.
“Lulusan kami ada yang bekerja, ada yang melanjutkan kuliah dan ada juga yang berwirausaha. Untuk yang bekerja di industri kurang lebih sekitar 15 persen,” ungkapnya.
“Melalui kegiatan workshop dan pembelajaran yang memadukan kompetensi akademik, praktik sosial, serta pembentukan karakter ini, SMK Gajah Mada berupaya mempersiapkan siswa agar tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memiliki etos kerja, kepedulian lingkungan, dan kesiapan dalan menghadapi tantangan setelah lulus,” pungkasnya. (Aliando)