Lampung Timur, Beritajurnalis.com – Pemerintah Desa Adijaya, Kecamatan Pekalongan, menggelar kegiatan Rembuk Stunting sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2027, Rabu (5/8/2026)
Kegiatan tersebut bertujuan menghimpun berbagai usulan program dan kebutuhan di bidang kesehatan guna memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting di desa.
Dikatakan Kepala Desa Adijaya, Agus Supendi, bahwa rembuk stunting menjadi wadah bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyampaikan usulan yang nantinya akan dimasukkan dalam RKP Desa Tahun 2027.
“Melalui kegiatan ini kami menampung berbagai usulan dari bidang kesehatan, baik dari kader kesehatan, bidan desa, maupun unsur lainnya. Harapan kami, seluruh usulan yang telah disampaikan dapat direalisasikan pada tahun 2027 sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti rembuk stunting berasal dari kader kesehatan, bidan desa, pihak puskesmas, guru TK, PAUD, hingga SD yang ada di Desa Adijaya.
“Angka stunting saat ini sangat rendah. berdasarkan data yang ada, hanya ditemukan tiga anak yang mengalami kurang gizi sehingga kondisinya masih tergolong sedikit,” ungkapnya.
Agus Supendi berharap, para kader kesehatan terus meningkatkan semangat dalam memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan, terutama dalam upaya pencegahan stunting.
Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Pekalongan, Tri Mayanto, mengapresiasi pelaksanaan rembuk stunting yang dinilai sangat penting dalam menyusun program pembangunan desa.
“Hari ini kita melaksanakan rembuk stunting dengan tujuan utama menghimpun usulan dari kader kesehatan, baik berupa kebutuhan peralatan maupun kegiatan yang dianggap perlu untuk mendukung penanganan stunting. Kegiatan ini sangat baik sebagai dasar penyusunan RKP Desa Tahun 2027,” katanya.
Menurut Tri Mayanto, seluruh usulan yang disampaikan diharapkan dapat diwujudkan pada tahun 2027. Namun, pelaksanaannya tetap harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran desa sehingga diperlukan skala prioritas.
“Kami berharap seluruh masyarakat Desa Adijaya selalu diberikan kesehatan. Kepada para kader kesehatan, tetap semangat menjalankan tugas dan pengabdian meskipun dengan keterbatasan anggaran. Dengan kerja sama yang baik, berbagai program dan kewajiban dapat terlaksana secara optimal,” pungkasnya. (Aliando)





