Oplus_131072
Metro, beritajurnalis.com — Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro mendorong petani mempercepat pengolahan lahan menyusul mulai masuknya musim pancaroba dari kemarau menuju musim penghujan, Senin (5/10/2026)
Dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Pipi Puspita Sari, bahwa berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), September masih berada dalam periode kemarau. Namun, memasuki Oktober, sejumlah wilayah mulai mengalami hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.
“Ini sudah memasuki masa pancaroba, dari kemarau menuju musim penghujan. Beberapa wilayah sudah beberapa kali mengalami hujan dengan intensitas cukup deras,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi momentum bagi petani untuk mulai mempersiapkan lahan.
“Untuk mendukung kebutuhan air pertanian, di bulan Oktober tidak dilakukan penutupan pintu air di wilayah Kota Metro,” terangnya.
Pipi menjelaskan, Sejumlah wilayah termasuk Metro diprioritaskan mendapatkan suplai air irigasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Dengan dibukanya saluran irigasi ini, saya berharap petani dapat mempercepat proses pengolahan tanah dan penanaman,” tuturnya.
“Sebagian lahan sudah dilakukan pengolahan, dan sebagian juga sudah mulai tanam,” imbuhnya.
Selain itu, DKP3 juga mendorong penerapan metode pertanian modern, salah satunya melalui Agriculture Efan System dengan metode tanam benih langsung.
“Metode ini memungkinkan petani menanam benih tanpa melalui proses persemaian sehingga waktu tanam dapat lebih cepat,” kata dia.
Adapun penerapan metode pertanian modern tersebut juga diarahkan guna meningkatkan penggunaan pupuk organik.
Pipi menyebut, apabila metode tersebut dapat diterapkan secara optimal di Kota Metro, produktivitas padi berpotensi mengalami peningkatan signifikan.
“Saat ini, produktivitas padi di Kota Metro berada di kisaran 5,65 hingga 6 ton per hektare. Harapannya produksi dan produktivitas meningkat, sehingga pendapatan petani dan kesejahteraan petani juga meningkat. PDRB dari sektor pertanian juga diharapkan ikut meningkat,” jelasnya.
Sementara itu, guna memastikan distribusi air berjalan lancar, DKP3 juga mengimbau kelompok masyarakat dan petani untuk bergotong royong membersihkan saluran irigasi.
Menurut Pipi, kebersihan saluran menjadi salah satu faktor penting agar air dapat mengalir dengan baik hingga ke areal persawahan.
“Kami mengimbau masyarakat dan kelompok tani untuk bersama-sama melakukan gotong royong membersihkan saluran irigasi, sehingga air bisa mengalir dengan lancar ke sawah dan lahan dapat segera diolah,” pungkasnya. (Aliando)