Metro, Beritajurnalis.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro mengajak masyarakat membudayakan perilaku cuci tangan pakai sabun menggunakan air mengalir sebagai bagian dari penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Jum’at (16/10/2026)
Langkah sederhana ini dinilai penting guna mengurangi risiko penularan penyakit, terutama diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Fitri Agustina, bahwa kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan.
“Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, perilaku cuci tangan pakai sabun dapat menurunkan risiko penyakit diare hingga 30 persen dan ISPA hingga 20 persen,” ujarnya.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat hampir 1,7 miliar kasus diare terjadi pada anak setiap tahunnya secara global. Diare juga masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak.
Fitri mengungkapkan, berdasarkan Profil Kesehatan Kota Metro Tahun 2024, tercatat sebanyak 2.600 kasus diare pada seluruh kelompok umur yang mendapatkan pelayanan kesehatan, termasuk 772 kasus pada balita. Pada tahun yang sama, ditemukan pula 97 kasus pneumonia pada balita di Kota Metro.
“Data ini mengingatkan kita bahwa kebersihan tangan bukanlah persoalan sepele, melainkan bagian penting dari upaya melindungi masyarakat dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah,” tuturnya dalam kampanye Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun.
Ia menegaskan, meskipun tidak semua kasus diare dan pneumonia disebabkan oleh kurangnya kebersihan tangan, penerapan CTPS secara benar dan konsisten tetap menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko penularan penyakit.
“Melalui kampanye ini, Dinas Kesehatan Kota Metro berupaya meningkatkan kesadaran sekaligus membangun kebiasaan masyarakat agar senantiasa mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir,” katanya.
Fitri mengingatkan masyarakat untuk membiasakan cuci tangan pakai sabun pada lima waktu penting, yakni sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, setelah menggunakan toilet, setelah membersihkan kotoran, serta setelah melakukan aktivitas yang menyebabkan tangan kotor.
“Kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk tumbuh sehat, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap kebersihan diri dan lingkungan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para guru, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan untuk terus memberikan edukasi serta contoh nyata mengenai pentingnya mencuci tangan dengan benar.
“Sekolah, posyandu, tempat kerja, fasilitas pelayanan kesehatan, dan lingkungan masyarakat diharapkan menjadi ruang yang mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.
“Edukasi hendaknya tidak hanya disampaikan melalui penyuluhan, tetapi juga melalui praktik langsung agar masyarakat memahami dan mampu melakukan langkah mencuci tangan dengan benar,” imbuhnya.
Selain edukasi, Fitri menekankan pentingnya ketersediaan sarana cuci tangan yang memadai agar masyarakat dapat menerapkan kebiasaan tersebut dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia turut mengajak camat, lurah, Tim Penggerak PKK (TP PKK), organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, serta seluruh unsur lintas sektor untuk bersama-sama menggerakkan masyarakat dalam membudayakan PHBS.
“Upaya menjaga kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama dan semangat gotong royong,” terangnya.
Fitri berharap kampanye Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh masyarakat Kota Metro dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
“Jangan menunggu sampai penyakit datang untuk menyadari pentingnya menjaga kebersihan. Mulailah dari diri sendiri, mulai dari keluarga, dan mulai dari sekarang. Jadikan cuci tangan pakai sabun sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya ketika ada kampanye atau kegiatan kesehatan,” pungkasnya. (Aliando)