Metro, Beritajurnalis.com – Puskesmas Ganjar Agung, Kota Metro, terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui penguatan kapasitas kader kesehatan, Selasa (14/7/2026).
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi terpadu pemanfaatan media digital Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta pelatihan penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang terdiri atas Dr. Sri Lestariningsih, S.ST., M.Kes., selaku ketua tim, bersama Yuliawati, S.Pd., M.Kes.; Dr. Bdn. Yetti Anggraini, S.S.T., S.KM., M.Kes., M.Keb.; dan Dr. Yani Widyastuti, S.SiT., M.Keb.
Dikatakan ketua pelaksana kegiatan pemanfaatan media digital Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta pelatihan penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Dr. Sri Lestariningsih, S.ST., M.Kes yang merupakan Dosen Poltekes Kemenkes Tanjung Karang, bahwa Kegiatan tersebut mengusung tema, Optimalisasi Integrasi Layanan Primer sebagai Strategi Pencegahan Permasalahan Kesehatan Ibu dan Anak di Wilayah Puskesmas Ganjar Agung.
“Kader kesehatan menjadi sasaran utama kegiatan ini, karena memiliki peran penting sebagai mitra tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.
Melalui sosialisasi tersebut, para kader dibekali pengetahuan mengenai pemanfaatan media digital Kemenkes sebagai sumber informasi kesehatan yang dapat diakses untuk mendukung kegiatan edukasi di masyarakat.
“Pemanfaatan teknologi digital ini diharapkan membantu kader menyampaikan informasi kesehatan secara lebih mudah, tepat, dan sesuai kebutuhan keluarga,” tuturnya.

Selain itu, peserta mendapatkan pelatihan penggunaan Buku KIA sebagai sarana penting untuk memantau kondisi kesehatan ibu sejak masa kehamilan, persalinan, dan nifas, hingga pertumbuhan serta perkembangan anak.
“Kader-kader diperkenalkan pada fungsi dan informasi penting dalam Buku KIA, agar dapat membantu keluarga memahami manfaat pencatatan dan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan Dr. Bdn, Yetti Anggraini, S.S.T., S.KM., M.Kes, M.Keb., bahwa dalam pelaksanaannya, kader juga didorong untuk mengingatkan ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki anak agar membaca, menyimpan, serta membawa Buku KIA setiap kali mengakses pelayanan kesehatan.
“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan keluarga dalam menjaga kesehatan sekaligus mendukung deteksi dini terhadap potensi permasalahan kesehatan ibu dan anak,” jelasnya.
“Integrasi penggunaan media digital Kemenkes dengan Buku KIA menjadi bagian penting untuk memperluas jangkauan informasi kesehatan. Dengan dukungan sumber informasi yang tepat dan pemahaman yang memadai, para kader diharapkan mampu menjalankan perannya secara lebih optimal dalam menyampaikan pesan promotif dan preventif serta mengarahkan masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan,” terangnya.
Sementara itu, melalui kegiatan yang sama Kepala Puskesmas Ganjar Agung Bdn Rochayani, S.SiT, M.Kes menambahkan, pihaknya berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara tenaga kesehatan, kader, dan keluarga dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Ganjar Agung.
“Penguatan kapasitas kader diharapkan turut meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, memperkuat upaya pencegahan, serta mendorong pelayanan kesehatan primer yang lebih informatif, berkesinambungan, dan mudah dijangkau,” paparnya.

“Upaya ini menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kesehatan ibu dan anak tidak hanya bergantung pada layanan fasilitas kesehatan, tetapi juga pada keterlibatan aktif kader dan keluarga dalam menerapkan perilaku hidup sehat serta memanfaatkan informasi dan layanan kesehatan secara tepat,” pungkasnya. (Aliando)