Beranda / DAERAH / Bravo, Lulus Doktor; Dosen FK Unila Kembangkan Nugget Bantu Atasi Anemia

Bravo, Lulus Doktor; Dosen FK Unila Kembangkan Nugget Bantu Atasi Anemia

 

Bogor, Beritajurnalis.com — Usai lulus promosi doktor Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) menyiapkan sejumlah langkah konkret guna melanjutkan kontribusinya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Senin (10/8/2026)

Dikatakan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Lampung  (FK Unila) Dr. Sofyan Musyabiq Wijaya, S.Gz., M.Gizi., bahwa dirinya  berencana mengembangkan inovasi pangan berupa nugget berbahan dasar ayam, hati ayam, dan daun kelor sebagai salah satu upaya komplementer untuk membantu mengatasi anemia.

“Langkah pertama yang akan dilakukan adalah kembali aktif di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, khususnya pada program studi tempat saya bertugas sebagai dosen. Saya akan melanjutkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam pengembangan penelitian yang telah dilakukan selama menempuh pendidikan doktoral,” ujar Sofyan.

Menurutnya, inovasi pangan tersebut menjadi salah satu fokus penelitian yang akan dikembangkan setelah menyelesaikan pendidikan doktoralnya. Produk nugget tersebut nantinya akan dikaji lebih lanjut guna melihat potensinya dalam membantu penanganan anemia.

“Salah satu fokus yang akan dikembangkan adalah penelitian mengenai inovasi pangan untuk membantu mengatasi anemia. Saya berencana mengembangkan produk nugget yang berbahan dasar ayam, hati ayam, dan daun kelor,” katanya.

Ia menjelaskan, pengembangan produk tersebut nantinya akan dibandingkan dengan pemberian tablet tambah darah. Perbandingan itu dilakukan untuk melihat potensi produk pangan sebagai salah satu alternatif maupun pelengkap dalam upaya mengatasi anemia.

“Harapannya, produk ini bisa menjadi komplementer untuk membantu mengatasi anemia,” ucapnya.

Sofyan menyampaikan, penggunaan hati ayam dan daun kelor dalam produk nugget memiliki sejumlah keunggulan.

“Selain praktis dikonsumsi, bahan-bahan relatif mudah ditemukan di masyarakat dan memiliki nilai ekonomi karena harganya cukup terjangkau.

“Dari sisi kandungan gizi, bahan yang digunakan juga memiliki potensi untuk mendukung upaya perbaikan status anemia, salah satunya karena kandungan zat besi,” ungkapnya.

Ia menuturkan, daun kelor memiliki sejumlah komponen yang berpotensi mendukung proses penyerapan zat besi.

“Karena itu, kombinasi bahan nantinya akan dikaji lebih lanjut melalui penelitian untuk mengetahui efektivitas dan manfaatnya,” jelasnya.

Sofyan memaparkan, pengembangan inovasi serupa juga akan dikaitkan dengan penelitian sebelumnya yang ia lakukan di Pondok Pesantren.

“Saya berharap hasil penelitian ini tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, khususnya para responden dan lingkungan pondok pesantren yang menjadi lokasi penelitian,” terangnya.

Menurutnya, pengembangan sebuah inovasi tidak cukup dilakukan melalui penelitian akademik semata. Diperlukan kolaborasi dengan organisasi profesi maupun instansi lain yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan produk dan implementasinya di masyarakat.

“Yang berikutnya adalah menjalin kerja sama. Tidak hanya dengan pihak yang berkaitan dengan disertasi, tetapi juga organisasi profesi atau instansi lainnya yang berkaitan dengan pengembangan produk ini,” tambahnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang agar inovasi pangan yang dikembangkan dapat diuji dan dimanfaatkan dalam cakupan yang lebih luas.

Sofyan memaparkan dalam waktu dekat ia akan menyelesaikan publikasi penelitian disertasinya.

“Masih terdapat satu publikasi yang harus dituntaskan, termasuk tahapan yang berkaitan dengan hasil intervensi penelitian,” tandasnya.

Sofyan berharap rangkaian langkah tersebut dapat menjadi awal bagi pengembangan inovasi pangan berbasis bahan lokal untuk mendukung upaya penanggulangan anemia sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Dengan kembali aktif sebagai dosen, melanjutkan penelitian, menyelesaikan publikasi, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, saya berkomitmen agar hasil pendidikan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan bidang kesehatan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (Aliando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *