Metro, Beritajurnalis.com – Pemerintah Kota Metro menyoroti peristiwa tumpahan solar di Jl. Let Jend Soeprapto yang dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi penyebab sejumlah kecelakaan sepeda motor, Selasa (4/8/2026)
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Metro, Kusbani, mengatakan pemerintah daerah melalui dinas terkait telah bergerak cepat melakukan pembersihan tumpahan solar demi mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
“Kami langsung berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membersihkan tumpahan solar yang berada di badan jalan karena kondisi ini sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua,” ujarnya.
Menurutnya, hingga kini penyebab pasti tumpahan solar masih dalam proses penelusuran. Belum dapat dipastikan apakah berasal dari kendaraan tangki yang mengalami kebocoran atau kendaraan lain yang mengangkut bahan bakar menggunakan dirigen.
“Masih kami koordinasikan dengan pihak terkait untuk mengetahui sumber tumpahan tersebut. Belum bisa dipastikan apakah berasal dari truk, kendaraan L300, atau kendaraan lainnya yang melintas,” katanya.
Kusbani menegaskan, pemerintah belum dapat menyimpulkan adanya unsur pidana dalam kejadian tersebut. Penanganan hukum bergantung pada hasil penyelidikan, termasuk apakah terdapat unsur kesengajaan atau hanya kelalaian akibat kondisi kendaraan.
Ia mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan yang mengangkut bahan bakar, agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan.
“Pengemudi yang membawa solar harus rutin memeriksa kondisi kendaraannya agar tidak terjadi kebocoran yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
Selain itu, Kusbani juga mengingatkan pengendara sepeda motor agar lebih berhati-hati ketika melintasi ruas jalan yang terdapat tumpahan bahan bakar. Pengendara diminta mengurangi kecepatan dan, jika memungkinkan, menghindari area yang licin.
Kusbani berharap kepolisian bersama instansi terkait dapat terus meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan pengangkut bahan bakar, termasuk melakukan pemantauan di SPBU maupun selama kendaraan beroperasi di jalan.
“Saya berharap ada pengawasan yang lebih intensif sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang dan keselamatan masyarakat dapat terjaga,” pungkasnya. (Aliando)





