BANDAR LAMPUNG, Beritajurnalis.com – Asosiasi Program Studi Manajemen Pendidikan Indonesia (APMAPI) sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XIV dan Seminar Nasional Tahun 2026 di Swis-Bel Hotel, Jum’at (30/10/2026)
Kegiatan berskala nasional ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola pendidikan tinggi, merespons dinamika regulasi, serta mendorong kolaborasi program studi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Kegiatan tersebut Mengusung tema “Penguatan Manajemen untuk Pendidikan Tinggi Berbasis Regulasi Menuju Pengembangan Kurikulum, Pengabdian, dan Riset Berdampak pada Era Perubahan Teknologi Digital Global”, kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari lebih dari 50 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Ketua Umum APMAPI, Prof. Dr. K. Ng H. Imron Arifin, M.Pd., menyampaikan, apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Mukernas XIV dan Seminar Nasional tersebut. Menurutnya, antusiasme peserta yang datang dari berbagai penjuru Indonesia menunjukkan besarnya kebutuhan program studi terhadap forum komunikasi, koordinasi, dan penguatan organisasi.
“Pertemuan tahunan ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi ruang penting untuk membicarakan berbagai kepentingan program studi, khususnya dalam menghadapi perkembangan kebijakan dan regulasi pendidikan tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Imron menyoroti perubahan regulasi pendidikan tinggi, termasuk Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023, Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, serta Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 tentang penjaminan mutu pendidikan tinggi.
“Salah satu isu strategis yang menjadi perhatian APMAPI adalah peluang pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) yang diatur dalam ketentuan regulasi terbaru,” kata dia.
Menurutnya, asosiasi memiliki peluang untuk mengembangkan lembaga akreditasi mandiri sesuai rumpun keilmuan dengan memenuhi persyaratan kelembagaan dan badan hukum.
“APMAPI telah memiliki legalitas badan hukum. Karena itu, salah satu agenda penting ke depan adalah mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan untuk pendirian lembaga akreditasi mandiri di bidang manajemen pendidikan,” jelasnya.

Selain agenda regulasi dan akreditasi, Mukernas juga menjadi forum untuk membahas kebutuhan program studi, pengembangan kerja sama, penyusunan pedoman, serta advokasi terhadap berbagai persoalan aktual yang dihadapi program studi anggota APMAPI.
“APMAPI tidak boleh hanya dipandang sebagai asosiasi keilmuan, tetapi harus menjadi wadah persaudaraan akademik yang memperkuat solidaritas, kepedulian, dan kolaborasi antarpengelola program studi di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Mukernas XIV dan Seminar Nasional APMAPI, Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd., mengungkapkan kebahagiaannya karena Universitas Lampung dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.
“Kegiatan ini bukan hanya menjadi tempat berkumpul dan bermusyawarah, tetapi juga ruang untuk mendiskusikan bagaimana program studi dan perguruan tinggi dapat berkembang, berkolaborasi, serta meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., pihaknya menyambut baik pelaksanaan Mukernas XIV dan Seminar Nasional APMAPI di lingkungan Universitas Lampung.
“Tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan pendidikan tinggi saat ini, terutama dalam menghadapi transformasi teknologi digital dan tuntutan peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi,” katanya.
Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu memperkuat tata kelola akademik, mengembangkan kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, serta memastikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat memberikan dampak nyata.
“Saya berharap Mukernas APMAPI tidak berhenti pada lahirnya keputusan-keputusan organisasi, tetapi mampu menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi antar kampus, antar program studi, fakultas, serta perguruan tinggi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan,” terangnya.
“Kita membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat, berbagi pengetahuan, pengalaman, sumber daya, dan komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia,” imbuhnya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan ini juga disampaikan Bupati Lampung Barat sebagai narasumber kegiatan Mukernas XIV APMAPI H. Parosil Mabsus, S.Pd., M.Pd., Ia mengapresiasi APMAPI mengangkat isu pendidikan yang sangat aktual, khususnya tantangan pengelolaan pendidikan di tengah perkembangan teknologi digital.
“Saya berharap forum akademik ini dapat memberikan masukan dan rekomendasi konstruktif bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi serta menyempurnakan kebijakan pendidikan agar semakin tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat,” paparnya.
Hal yang sama juga dikatakan Ketua Program Studi Administrasi Pendidikan Universitas Bengkulu sebagai peserta di kegiatan yang sama, Prof. Dr. Manap Somantri, M.Pd. ia menilai Mukernas APMAPI merupakan forum strategis yang memiliki manfaat besar bagi pengembangan program studi.
“Pertemuan tahunan ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi capaian masing-masing program studi, berbagi pengalaman, memperbarui strategi pengembangan, serta membangun kerja sama untuk mencapai keunggulan akademik,” tandasnya.
Ia berharap hasil Mukernas dapat ditindaklanjuti melalui program nyata, terutama dalam mendorong peningkatan akreditasi dan kualitas seluruh program studi anggota APMAPI.
“Pentingnya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat agar kompetensi lulusan program studi manajemen dan administrasi pendidikan semakin relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan,” ucapnya.
Manap menambahkan, melalui Mukernas XIV dan Seminar Nasional 2026 APMAPI, diharapkan semakin memperkokoh perannya sebagai wadah pengembangan keilmuan, penguatan tata kelola program studi, serta advokasi kebijakan pendidikan tinggi.
“Pertemuan nasional ini menjadi ruang konsolidasi dan kolaborasi akademik untuk membangun program studi yang unggul, adaptif terhadap perubahan regulasi dan teknologi, serta mampu menghasilkan riset, pengabdian, dan lulusan yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia,” pungkasnya. (Aliando)