Metro, Beritajurnalis.com — Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A P2KB) terus mematangkan berbagai persiapan penilaian Kota Layak Anak (KLA). Salah satunya dengan menyusun Profil Anak di seluruh wilayah Kota Metro, Rabu (16/9/2026)
Mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA) Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (PP KB) dr. Silfia Naharani, M.M. Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Dinas P3A P2KB Kota Metro, Ns. Oktarina Handayani, S.Kep., mengatakan penyusunan Profil Anak dilakukan untuk 22 kelurahan dan lima kecamatan.
“Sekarang kita sedang menyusun profil anak untuk 22 kelurahan dan lima kecamatan. Data-data tersebut nantinya menjadi pendukung indikator Kota Layak Anak,” ujar Oktarina.
Menurutnya, kelengkapan data menjadi bagian penting dalam memperkuat eviden atau bukti dukung pada proses penilaian KLA.
“Profil ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi anak sekaligus pemenuhan hak dan perlindungan anak di masing-masing wilayah,” tuturnya.
Selain penyusunan profil, Dinas P3A P2KB bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga terus melakukan penguatan kesiapan indikator KLA.
Menurut Okta, verifikasi lapangan secara internal telah dilakukan pada awal Agustus 2026 di sejumlah lokus layanan ramah anak.
“Diantaranya Pojok baca digital (POCADI), Puskesmas Ramah Anak, Tempat Bermain Ramah Anak, Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA), serta Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Keluarga Harapan Utama (Gaharu),” ungkapnya.
Adapun tujuan Verifikasi internal, guna memastikan kesesuaian antara kondisi di lapangan dengan indikator dan eviden yang telah disiapkan.
Selain itu, pada 19–20 Agustus 2026, Pemkot Metro juga telah melaksanakan Peninjauan Ulang Verifikasi Administrasi (PUVA) awal sebagai bagian dari rangkaian evaluasi penilaian KLA.
Oktarina menjelaskan, hasil verifikasi administrasi nantinya menjadi salah satu dasar pemerintah pusat dalam menentukan daerah yang masuk nominasi untuk tahap verifikasi lapangan.
“Kalau Kota Metro masuk verifikasi lapangan, tim dari pusat nantinya dapat datang langsung untuk melihat berbagai indikator yang sudah kita siapkan, seperti tempat bermain anak, puskesmas ramah anak, serta pusat informasi sahabat anak,” jelasnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapan setiap OPD yang terlibat, tidak hanya dalam pengumpulan data, tetapi juga memastikan fasilitas dan lingkungan yang menjadi bagian dari memastikan hak-hak anak terpenuhi dan terlindungi.
kolaborasi sehingga seluruh data, eviden, kelembagaan, serta lokus layanan ramah anak dapat dipersiapkan secara optimal.
“Yang paling penting saat ini adalah seluruh OPD solid dan berkolaborasi dalam pengumpulan data maupun pemenuhan indikator. Mudah-mudahan Kota Metro dapat terus meningkatkan hasil penilaian Kota Layak Anak,” jelasnya.
“Rangkaian persiapan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Metro untuk meningkatkan capaian penilaian KLA dan mendukung target memperoleh predikat Kota Layak Anak tingkat Utama,” pungkasnya. (Aliando)