Metro, Beritajurnalis.com — Camat Metro Barat menggerakkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kecamatan guna memanfaatkan lahan tidak produktif melalui program urban farming, Rabu (16/9/2026)
Dikatakan Camat Metro Barat Risfania, S.STP., M.Si., bahwa Program tersebut mulai dijalankan setelah adanya surat edaran Wali Kota Metro terkait pelaksanaan urban farming, khususnya bagi ASN.
“Alhamdulillah, urban farming di Kecamatan Metro Barat sudah berjalan. Kebetulan di belakang aula ada lahan yang mati. Kami bergotong royong setiap hari Jumat untuk mengolah lahan ini,” ujar Risfania.
Menurutnya, upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Bahkan, jajaran Kecamatan Metro Barat telah melakukan panen perdana dalam skala kecil.
“Untuk memenuhi kebutuhan bibit, kami pengurus kecamatan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kota Metro. Bibit diperoleh melalui kegiatan Metro Agro Bahagia dengan terlebih dahulu mengisi tautan yang disediakan,” ungkap Risfania.
“Bibitnya kami minta dari Dinas Pertanian. Setiap ada Metro Bahagia Agro Ceria, kami datang dan mengisi link. Kemudian saya bersama staf menindaklanjutinya ke Dinas Pertanian untuk meminta bibit,” imbuhnya.
Sementara itu, jumlah tanaman yang telah ditanam antara lain cabai, terong, serai, kunyit, kencur, serta berbagai tanaman pangan lainnya.
“Selain dari Dinas Pertanian, sebagian bibit juga ada dari partisipasi ASN Kecamatan Metro Barat yang membawa tanaman atau bibit dari rumah masing-masing,” terangnya.
Risfania mengatakan, keterlibatan ASN menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan kebun tersebut.
“Alhamdulillah para pegawai tidak hanya menyumbangkan bibit, tetapi juga ikut melakukan perawatan tanaman,” ucapnya.
Selain itu, guna menjaga tanaman, Kecamatan Metro Barat telah membuat jadwal piket bagi para pegawai.
“Untuk penyiraman dilakukan secara berkala, dan koordinator kebun bertugas memantau kondisi tanaman sekaligus mengingatkan petugas ketika tiba waktunya melakukan penyiraman,” jelasnya.
“Untuk perawatan sendiri kami sudah ada jadwal. Saya sudah buat jadwal piket. Setiap sore, dua hari sekali, kami melakukan penyiraman bersama koordinator,” tanbahnya.
Adapun Hasil panen, sementara dimanfaatkan untuk kebutuhan internal pegawai Kecamatan Metro Barat.
“Untuk hasilnya kita konsumsi sendiri. Kemarin Jumat kami baru panen, kemudian kami tumis sendiri karena kami juga sering masak di sini,” terangnya.
Ke depan, Risfania berharap keberadaan kebun urban farming tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sederhana di lingkungan kantor.
Risfania menambahkan, kegiatan serupa tidak hanya bertujuan menghasilkan tanaman pangan, tetapi juga menjadi sarana membangun semangat gotong royong dan partisipasi ASN dalam memanfaatkan lahan yang tidak produktif.
“Kalau kita membutuhkan sedikit tomat atau cabai untuk sambal, kita bisa melihat ke kebun kita ini. Jadi bisa kita manfaatkan,” pungkasnya. (Aliando)